5 Fasilitas Wisata untuk Difabel, Wajib Ada!

Belakangan ini, pemerintah memang mulai menggalakkan pengadaan fasilitas wisata untuk difabel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi kawan-kawan yang memiliki keterbatasan fisik, sehingga tetap bisa beraktivitas dengan leluasa dan menikmati hiburan di lokasi wisata dengan nyaman.

Kehadiran fasilitas ramah difabel ini tentunya dapat menciptakan rasa aman dan nyaman, baik penyandang disabilitas maupun pengunjung lain secara universal. Agar kamu lebih paham tentang fasilitas wisata yang ramah untuk penyandang difabel, mari simak ulasan berikut ini, yuk!

5 Fasilitas Wisata Untuk Difabel yang Wajib Ada

1. Area Parkir Khusus Difabel

Destinasi wisata yang ramah difabel tentunya harus memiliki area parkir khusus yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Hal ini bertujuan agar teman-teman yang mengalami keterbatasan fisik dan menggunakan alat bantu seperti kaki palsu atau tongkat menjadi lebih mudah saat parkir.

Area parkir khusus penyandang difabel ini, harus terletak di dekat pintu masuk lokasi wisata atau berdekatan dengan loket masuk dengan jarak maksimum 60 meter. Tempat parkir khusus juga harus memiliki ruang yang cukup luas, agar wisatawan difabel dapat bergerak dengan bebas dan leluasa.

Selain itu, tempat parkir yang ramah difabel juga harus dilengkapi dengan rambu-rambu atau tanda khusus. Tanda ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan membedakan mana area parkir khusus penyandang disabilitas dengan area parkir umum.

2. Guiding Block

Ketika kamu berkunjung ke lokasi wisata seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta, kamu pasti pernah melihat jalur dengan simbol garis dan bulat pada trotoar, bukan? Simbol ini ternyata dibuat bukan tanpa tujuan dan ada maknanya khusus, lho.

Jalur pemandu khusus difabel atau yang dikenal dengan sebutan guiding block merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra, agar memudahkan mereka saat berjalan. Pola garis pada guiding block berarti berjalan terus, sedangkan pola bulat untuk berhenti.

3. Ramp

Selain jalur khusus (guiding block), tempat wisata yang ramah difabel juga harus memiliki ramp. Ramp merupakan jalur khusus penyandang disabilitas, terutama pengguna kursi roda yang memiliki kemiringan maksimal 7°.

Berdasarkan aturan yang berlaku, panjang ramp tidak boleh lebih dari 9 meter dan harus memiliki kemiringan maksimal 7°. Apabila lebih rendah dari 7°, maka jalurnya akan menjadi lebih panjang. Setiap 9 meter juga harus memiliki bordes.

Bordes sendiri berfungsi sebagai tempat untuk istirahat sementara bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan fisik. Fasilitas bordes ini wajib hadir di awal atau akhir ramp dengan permukaan lantai bertekstur kasar agar tidak licin saat terkena air hujan.

Selain harus dilengkapi dengan bordes, ramp juga harus dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai, tepian pengaman, dan pegangan rambatan pada sisi kiri dan kanannya.

4. Toilet Khusus Difabel

Saat kamu berlibur di suatu lokasi wisata, kamu pasti membutuhkan toilet atau kamar mandi, bukan? Nah, fasilitas ramah difabel yang wajib ada di lokasi wisata adalah toilet khusus difabel. Kehadiran toilet khusus ini akan sangat membantu para penyandang disabilitas.

Sesuai dengan Permen PU Nomor 60 Tahun 2006, toilet ramah difabel harus memenuhi beberapa syarat dan kriteria antara lain harus dilengkapi dengan simbol atau rambu sistem cetak timbul, pintu geser berukuran 1,5 meter, ruangan yang lebih luas, dan permukaan lantai bertekstur kasar.

Kriteria dan syarat ini wajib dipenuhi agar teman-teman yang memiliki keterbatasan fisik bisa leluasa menggunakan toilet dengan nyaman dan aman. Fasilitas wisata ramah difabel satu ini juga harus menyediakan tombol darurat dan pegangan rambatan.

Sementara itu, ketinggian tempat duduk kloset juga harus setara dengan ketinggian kursi roda yaitu kisaran 45 sampai 50 cm yang bertujuan, agar penyandang difabel dapat berpindah dengan mudah.

Tidak hanya sampai di situ saja, toilet khusus difabel ini juga wajib memperhatikan tata letak peralatan toilet seperti wastafel, kotak tisu, dan shower agar lebih mudah untuk dijangkau oleh teman-teman penyandang disabilitas.

5. Loket Tiket

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan barrier atau pagar penghalang di samping kiri dan kanan loket tiket masuk lokasi wisata, bukan? Kehadiran barrier ini bertujuan agar pengunjung lebih tertib saat antri tiket.

Namun, bentuknya yang sempit dan berliku tentunya akan menyulitkan para penyandang disabilitas yang menggunakan tongkat atau kursi roda. Karena alasan inilah, pengelola wisata harus menyediakan loket khusus tanpa pagar penghalang (barrier) dengan petugas loket yang paham bahasa isyarat.

Ulasan mengenai fasilitas wisata untuk difabel di atas bisa menambah pengetahuanmu betapa pentingnya fasilitas tersebut untuk wisatawan penyandang disabilitas. Dengan adanya fasilitas ramah difabel, kamu dan wisatawan difabel tentu akan merasa lebih nyaman dan aman, bukan?