DeFi Crypto adalah Sebuah Ekosistem yang Menggunakan Smart Contract

 

DeFi Crypto adalah sebuah ekosistem aplikasi keuangan bagi pelakunya dengan aplikasi keuangan tersebut yang berbasis blockchain. Adapun kepanjangan dari DeFi adalah Decentralized Finance.

DeFi sendiri adalah sistem keuangan terbuka yang dijalankan dengan menggunakan Smart Contract. Berikut dibawah ini adalah penjelasan mengenai DeFi Crypto sebagai sebuah ekosistem.

Mengapa DeFi Crypto adalah Sebuah Ekosistem?

Karena dia merupakan hubungan timbal balik antara pemilik koin DeFi dengan lingkungannya yang berupa sistem atau aplikasi keuangan. Adapun jika diberi suatu perumpamaan, misalkan terdapat bunga dan lebah.

Bunga adalah bagian dari lingkungan, dan itu berarti bagian dari sistem atau aplikasi keuangan yang berinteraksi dengan pemilik koin yang disini diumpamakan dengan lebah.

Kemudian, DeFi Crypto diumpamakan dengan cara interaksi antara bunga dan lebah. Itulah alasannya DeFi Crypto adalah sebuah ekosistem.

Smart Contract

Smart Contract adalah pengganti bank atau lembaga lain yang bertindak sebagai perantara ketika pemilik koin DeFi membutuhkan layanan keuangan. Adapun layanan keuangan dibutuhkan oleh pemilik koin DeFi dalam melakukan transaksi, seperti transfer token, dana lain-lain.

Apa sebenarnya Smart Contract? Smart Contract sejenis program komputer yang isinya kode-kode untuk pelaksanaan transaksi DeFi.

Contoh, ada seorang pemilik koin DeFi yang ingin melakukan transfer token antar Etherum dan dia sudah memenuhi kondisinya. Maka, Smart Contract tugasnya adalah menjalankan perintah dari subprogramnya, yaitu transfer token tersebut.

Kegunaan DeFi

Kegunaan DeFi adalah mendorong inklusi keuangan, dan memudahkan akses bagi setiap orang untuk memanfaatkan layanan keuangan. Selain itu, mengurangi biaya penggunaan layanan keuangan secara drastis. Terakhir, membuka pintu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan.

Karakter atau Ciri Khas dari DeFi Crypto

Karakter atau ciri khas dari DeFi adalah terdesentralisasi sistemnya. Selain itu, ciri khas dari DeFi Crypto juga adalah berupa penggunaan Smart Contract. Terakhir, DeFi tidak menggunakan bank sebagai perantara untuk melakukan transaksi di dalamnya.

Koin DeFi

Terdapat banyak sekali koin DeFi, itu terbukti dengan dapat di-list semua koin DeFi jika ingin list berupa 100 nama koin DeFi. Di dalam list tersebut, diantaranya adalah LINK, UNI, LUNA, CETH, DAI, CUSDC, CDAI, AAVE, CAKE, GRT, STETH. Selain itu, terdapat juga MKR, AMP, RUNE, COMP, SUSHI, SNX, YFI, RAY, XSUSHI, BNT, NXM, ZRX, CRV, dan lain-lain.

Perkembangan DeFi

DeFi sudah populer digunakan sejak tahun 2017. Perkembangan DeFi melesat dengan cepat pada tahun 2020-2021.

Hal tersebut terbukti dengan adanya dana yang tertampung dalam Smart Contract DeFi yang mencapai 1 miliar USD. Lalu, di dalam ekosistem DeFi terdapat dana yang mencapai 3 miliar USD. Terakhir, pada Juni 2021, jumlah dana pada Smart Contract DeFi sebesar 50 miliar USD.

Aplikasi DeFi

Aplikasi DeFi yang dikenal diantaranya adalah DEXs, AAVE, Compound, dan Yearn Finance. Contoh dari DEXs adalah Uniswap dan Sushiswap.

Untuk di Indonesia, kamu bisa melalui Play Store Coinomo, dan App Store Coinomo.

Cara untuk Mulai Membangun Ekosistem DeFi

Pertama, Anda harus memiliki wallet Ethereum dimana dia dapat berinteraksi dengan dApps. Salah satu contoh wallet yang umum digunakan adalah MetaMask. Kedua, Anda harus memiliki cukup ETH di wallet. Terakhir, pelajari terlebih dahulu aplikasi yang ingin digunakan sebelum membeli token dan melakukan transaksi.

Demikian penjelasan mengenai DeFi Crypto adalah sebuah ekosistem, dan mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda tertarik untuk memiliki koin DeFi, Anda bisa mencoba membelinya sekarang.