Mengenal Crowdfunding Dan Penggunaan Dana Crowdfunding Untuk Usaha

Dalam dunia bisnis, modal diibaratkan sebuah akar pohon. Jika akar pohon tidak kuat, maka pohon itu tidak dapat berdiri kokoh untuk menopang batang, daun, dan rantingnya. Begitu Halnya dengan bisnis, tanpa modal yang cukup maka bisnis pun rasanya akan sangat sulit berkembang.

Salah satu solusi untuk hal ini adalah crowdfunding Indonesia, yaitu bentuk pendanaan yang berasal dari beberapa pemilik modal. Saat ini telah banyak pengusaha kecil yang menggunakan dana Crowdfunding untuk usaha atau bisnisnya. Nah agar lebih memahami apa itu Crowdfunding dan bagaimana sistemnya berikut uraiannya.

Apa itu Crowdfunding?

Dalam bisnis, jika hanya mengandalkan  ide ide inovasi saja tidaklah cukup, harus disertai dengan modal. Untuk mendapatkan modal, mengajukan pinjaman ke bank merupakan cara yang umum dilakukan. Namun bunga pinjaman yang tinggi yang ditetapkan oleh Bank membuat pelaku bisnis mengalami kesulitan.

Untungnya saat ini sudah ada crowdfunding, salah satu bentuk pendanaan usaha yang berasal dari beberapa pemilik modal. Crowdfunding merupakan aktivitas mengumpulkan atau penggalangan dana/uang dari publik untuk memodali bisnis, proyek atau usaha yang dilakukan melalui internet. Calon investor pun dapat melakukan investasi mulai 100 ribu dengan platform ini. Dengan melakukan investasi 100 ribu maka investor telah resmi memiliki saham pada perusahaan crowdfunding.

Bagaimana Sistem Kerja Crowfunding

Agar dapat memanfaatkan dana Crowdfunding untuk usaha atau bisnis yang akan dijalankan, bisnis tersebut didaftarkan ke dalam sebuah website terlebih dahulu. Apabila ada yang tertarik dengan bisnis tersebut dan setuju dengan syarat dan ketentuan yang dilampirkan maka dapat  langsung menanamkan modal di sana. Setelah itu, tunggu beberapa hari sampai kerjasama tersebut diproses, maka dana dari pemilik modal pun akan cair ke rekening si pelaku usaha.

Cara kerja dari sistem Crowdfunding ini perlu diketahui agar siapa saja dapat berpartisipasi dalam penggalangan dana. Nah agar lebih memahami sistem kerja Crowdfunding ini, dapat dilihat di bawah ini.

Donasi. Orang yang mengumpulkan dana biasanya akan membuat sebuah kampanye untuk menerima donasi. Kampanye ini memuat informasi secara terperinci mengenai proyek atau bisnis yang dijalankan. Bisnis yang akan dijalankan harus diinformasikan dengan semenarik mungkin agar donasi dana yang dikumpulkan juga dapat memenuhi kebutuhan pembangunan proyek/bisnis. Jumlah dana yang dibutuhkan harus disebutkan dengan rinci dan jika ada yang tertarik untuk memberikan dana akan melakukannya melalui platform online.

Pre-order. Cara kerja dari pengumpulan dana memiliki konsep pre-order. Penggalang dana akan memberikan tawaran mengenai jenis paket berdasarkan jumlah dana yang akan disumbangkan. Setelah paket dipilih oleh pemberi sumbangan dana kemudian transfer akan dilakukan setelahnya. Kemudian Dana Crowdfunding untuk usaha yang berhasil dikumpulkan akan digunakan untuk pengembangan proyek atau usaha tersebut.

Amartha, Sebagai Salah Satu Cara Mendapatkan Dana Crowdfunding Untuk Usaha

Crowdfunding yaitu cara mendapatkan dana usaha yang berbasis pada website. Website menjadi tempat bertemunya pemilik bisnis dengan partner yang menanamkan modal. Sedangkan pemilik  usaha dan website disebut sebagai penyedia platform. Ketiganya unsur tersebut memiliki peran masing-masing untuk menciptakan suatu kondisi yang kondusif demi tercapainya tujuan masing-masing pihak.

Amartha adalah platform peer-to-peer Lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga keabsahannya tidak perlu diragukan lagi. Cara mendapatkan dana crowdfunding untuk usaha dari Amartha sangatlah mudah.